KARIMUN – PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Tuah Karimun (Perseroda) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan perbankan kepada masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan In House Training Dasar-Dasar Perbankan serta Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT) dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal (PPPSPM) yang dilaksanakan pada 5–6 September 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 58 pegawai BPR Tuah Karimun dari berbagai unit kerja. Sebanyak 23 pegawai mengikuti kegiatan di Kantor Cabang Moro, sementara 35 pegawai dari Kantor Pusat dan unit lainnya mengikuti kegiatan di Hotel Tanjung Gelam.
Pelatihan tidak hanya berfokus pada pemahaman teori, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran pegawai terhadap pentingnya penerapan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi, manajemen risiko serta integritas dalam menjalankan tugas sebagai insan perbankan.
Perkuat Pemahaman APU PPT dan PPPSPM
Salah satu materi penting dalam kegiatan tersebut adalah penguatan pemahaman mengenai APU PPT dan PPPSPM.
Melalui materi tersebut, pegawai dibekali pemahaman mengenai pentingnya mengenali nasabah, memahami profil dan karakteristik transaksi, mengidentifikasi risiko serta mencegah bank dimanfaatkan sebagai sarana untuk aktivitas yang melanggar hukum.
Penerapan APU PPT dan PPPSPM menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan kesehatan industri perbankan. Bagi BPR, pemahaman tersebut perlu dimiliki oleh seluruh pegawai karena penerapan prinsip kepatuhan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu bagian, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
OJK juga menempatkan penerapan program APU dan PPT sebagai bagian penting dalam operasional BPR dan BPRS, termasuk kewajiban menunjuk pihak yang bertanggung jawab atas penerapan program tersebut.
Membangun Banker yang Profesional dan Berintegritas
Dalam kegiatan tersebut, Komisaris BPR Tuah Karimun, Syahrul, S.E., M.M., turut memberikan penguatan materi mengenai APU PPT dan PPPSPM, prinsip kehati-hatian, regulasi perbankan, manajemen risiko hingga karakter yang harus dimiliki seorang banker.
Menurut Syahrul, budaya kepatuhan harus dimulai dari pemahaman setiap individu di dalam organisasi. Karena itu, pelatihan dan peningkatan kompetensi pegawai perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami ingin pelatihan seperti ini dilakukan secara berkelanjutan. Setelah APU PPT dan PPPSPM, akan ada pelatihan-pelatihan lainnya yang berkaitan dengan perbankan, regulasi OJK, kepatuhan, manajemen risiko dan kompetensi teknis. Tujuannya agar seluruh pegawai terus belajar dan berkembang,” ujarnya.
Kompetensi SDM Menjadi Kunci
Direktur Utama PT BPR Tuah Karimun (Perseroda), Siska Naritasari, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi sumber daya manusia akan terus menjadi perhatian perusahaan.
Menurutnya, pegawai merupakan bagian penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman terhadap regulasi harus berjalan seiring dengan perkembangan industri perbankan.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih kuat kepada seluruh peserta sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
Dengan semakin kuatnya kompetensi dan budaya kepatuhan, BPR Tuah Karimun berharap dapat terus memberikan pelayanan perbankan yang profesional, aman, terpercaya dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen BPR Tuah Karimun dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas dan mampu menghadapi tantangan industri perbankan yang terus berkembang.
BPR Tuah Karimun — Tumbuh Bersama, Melayani dengan Sepenuh Hati.
